MATA
KULIAH : PMM-A
DOSEN
PMA : KHIKI PURNAWATI KASIM,
S.ST, M.KES
LAPORAN PRAKTIKUM PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN-A
PEMERIKSAAN BORAKS PADA SAMPEL BAHAN PANGAN
DISUSUN OLEH:
HASVERAWANTI
PO714221181016
D.IV/II.A
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D.IV SARJANA TERAPAN
TAHUN 2020
1.
DASAR TEORI
A.
Bahan
Tambahan Pangan(BTP)
Bahan
Tambahan Pangan (BTP) adalah bahan atau campuran bahan yang secara alami bukan
merupakan bagian dari bahan baku pangan, tetapi ditambahkan kedalam pangan
untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan antara lain bahan pewarna,
pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, pemucat dan pengental.
Aditif
makanan atau bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan
sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil, dengan tujuan untuk memperbaiki
penampakan, cita rasa, tekstur, dan memperpanjang daya simpan. Selain itu dapat
meningkatkan nilai gizi seperti protein, mineral dan vitamin.
Pemakaian
BTP yang aman merupakan pertimbangan yang penting. Jumlah BTP (Bahan Tambahan
Pangan) yang diizinkan untuk digunakan dalam pangan harus merupakan kebutuhan
minimum untuk mendapatan pegaruh yang dikehendaki. Pada prinsipnya konsumen
harus diberi informasi adanya bahan tambahan pangan (BTP) dalam bahan baku
makanan. Pernyataan yang tertera atau etiket harus diberikan informasi adanya
BT (Bahan Tambahan Pangan) kepada konsumen. Hal ini merupakan metode yang
paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut (Baliwati, 2004).
B. Boraks
Boraks
adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang dipakai dalam pembuatan
beberapa makanan tradisional, seperti karak dan gendar. Sinonimnya natrium
biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat.
Senyawa-senyawa
asam borat ini mempunyai sifat-sifat kimia sebagai berikut : jarak lebur
sekitar 171o C. Larut dalam 18 bagian air dingin, 4 bagian air mendidih, 5
bagian gliserol 85%, dan tidak larut dalam eter. Kelarutan dalam air bertambah
dengan penambahan asam klorida, asam sitrat atau asam tartrat. Mudah menguap
dengan pemanasan dan kehilangan satu molekul airnya pada suhu 1000 C yang
secara perlahan berubah menjad asam metaborat (HBO2). Asam borat merupakan asam
lemah dengan garam alkalinya bersifat basa, mempunyai bobot molekul 61,83
berbentuk serbuk halus kristal transparan atau granul putih tak berwarna dan
tak berbau serta agak manis (Khamid, 2006).
Pengaruhnya
terhadap organ tubuh tergantung konsentrasi yang dicapai dalam organ tubuh,
boraks merupakan racun bagi semua sel. Kadar tertinggi tercapai pada waktu
diekstraksi maka ginjal merupakan organ yang paling terpengaruh dibandingkan
dengan organ yang lain.
C. Penyalahgunaan Boraks pada
Makanan
Boraks
meskipun bukan pengawet makanan sering pula digunakan sebagai pengawet makanan,
selain sebagai pengawet, bahan ini berfungsi pula mengenyalkan makanan. Makanan
yang sering ditambahakan boraks diantaranya adalah bakso, sosis, nugget, mie,
kerupuk dan lontong. Bakso yang menggunakan boraks memiliki
kekenyalan-kekenyalan bakso khas yang berbeda dari bakso yang menggunakan
banyak daging. Kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang
dan empuk, tekstur bagus dan renyah. Ikan basah yang tidak rusak selama 3 hari
pada suhu kamar, insang berwarna merah tua dan tidak cemerlang, dan memiliki
bau menyengat khas formalin. Tahu yang berbentuk bagus, kenyal, tidak mudah
hancur, awet hingga lebih dari 3 hari, bahkan lebih dari 15 hari pada suhu
lemari es, dan berbau menyengat khas formalin. Mie basah biasanya lebih awet
sampai 2 hari pada suhu kamar 25°C, berbau menyengat, kenyal, tidak lengket,
dan agak mengkilap (Yuliarti, 2007)
2.
TUJUAN
a) Untuk
mengetahui ciri-ciri makanan yang mengandung boraks.
b) Untuk
mengetahui cara mengidentifisasi sampel bahan pangan mengandung boraks atau
tidak.
3.
ALAT DAN BAHAN
·
Alat
a) Piring/wadah
sampel
b) Tusuk
bambu
·
Bahan
a) Sampel
Bakso
b) Rimpang
kunyit/Kunyit basah
4.
PROSEDUR KERJA
a) Siapkan
alat dan bahan
b) Ambil
2 buah tusuk bambu lalu tusukkkan pada rimpang kunyit . Yang 1 untuk sampel makanan
dan 1 nya lagi untuk sampel pembanding
c) Kemudian,
cabut tusuk bambu tersebut lalu tusukkan pada sampel bakso, lalu diamkan selama
1 menit
d) Amati
hasil perubahan warna yang terjadi pada ujung tusuk bambu
e) Catat
hasil
5.
HASIL
Pada
pemeriksaan ini, hasil yang di dapatkan adalah Negatif. Karena, tidak adanya perubahan
warna pada ujung tusuk bambu.
6.
ANALISA HASIL
Boraks
maupun asam borat sebenarnya digunakan dalam industri non pangan karena
memiliki sifat antiseptik dan biasa digunakan dalam industri farmasi sebagai
ramuan obat seperti salep, bedak, obat pencuci mata, obat oles mulut, solder,
bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik, dan pengontrol kecoa (Suhada dan
Rikky, 2012). Asam borat atau boraks (boric acid) merupakan zat pengawet
berbahaya yang tidak diizinkan digunakan sebagai campuran bahan makanan
a. Tusuk
bambu yang telah ditusukkan pada rimpang kunyit lalu di tusukkan pada bakso
tidak mengalami perubahan warna yang menandakan bakso tersebut negatif boraks,
b. KESIMPULAN
Berdasarkan
pemeriksaan yang telah dilakukan, maka
dapat disimpulkan bahwa :
a) Bahan
makanan yang mengandung boraks akan lebih kenyal dan tidak mudah busuk(hancur)
b) Apabila
sampel yang mengandung boraks diuji dengan menggunakan kunyit maka akan
menghasilkan warna merah kecoklatan.
c) Sampel
bahan pangan (bakso) yang diuji dinyatakn negatif mengandung boraks.

laporannya sudah bagus, bahasa yang digunakan juga mudah dipahami, dan sangat membantu untuk referensi tambahan pengetahuan. saran saja mungkin penyusunannya bisa diperbaiki lagi disesuaikan spasinya, bisa juga ditambahkan referensi yang diambil saat menulis laporan ini, dan agar lebih mudah dipahami bisa ditambahkan foto saat praktikum tersebut dilakukan, mohon maaf bila ada salah kata dan terima kasih sebelumnya^^
BalasHapusterimakasih atas sarannya, akan di perbaiki di laporan selanjutnya hehe
HapusLaporannya sangat mudah dipahami😍
BalasHapusterimakasih😍
HapusMantap laporannyaa
BalasHapusterimakasih
HapusLaporannya sudah bagus, mungkin bisa ditambahkan foto dokumentasi nya dan referensi nya 😊
BalasHapusterimakasih atas masukannya🙂
HapusLaporannya sudah bagus, saran mungkin bisa ditambahkan referensi dan dokumentasi pada saat melakukan praktikum👍
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusLaporannya jelas dan sangat membantu
BalasHapussangat membantu terimakasih
BalasHapusLaporanya bagus dan sangat membantu mungkin bisa ditambahkan fto dokumentasinya
BalasHapusLaporannya bagus dan mudah dipahami
BalasHapusLaporannya bagus dan mudah dipahami
BalasHapusLaporannya sangat bagus dan membuat saya jadi mengerti bahayanya kandungan boraks pada makanan...
BalasHapusLaporannya bagus, menambah pengetahuan dan bisa jadi referensi, bahasanya juga mudah dipahami
BalasHapusLuarrr biasaaaa
BalasHapusLaporanya bagus dan sangat membantu mungkin bisa ditambahkan fto dokumentasinya
BalasHapusDasar teori terkait borax pada paragraf terakhir, mulai kata ikan, kenapa langsung bahas formalin?takutx ada yg menganggap borax dan formalin sama. Susunan paragraf dan poin pada analisa dan kesimpulan diperhatikan. Referensi dan dokumentasi tidak ada yak??
BalasHapus